Senin, 12 April 2010

Renungan CB pertemuan 8 "QUOTES"


"The secret of health for both mind and body is not to mourn for the past, worry about the future, or anticipate troubles, but to live in the present moment wisely and earnestly. " Buddha

Jika kita selalu sedih dengan masa lalu, khawatir dengan masa depan, kita tidak akan maju. Yang harus kita pikirkan adalah menjalankan hari-hari kita dengan bijaksana dan bersungguh-sungguh. Dengan begitu, kita akan lebih menghargai waktu. Karena waktu tidak bisa diulang lagi :) .


""Jika pikiran saya bisa membayangkannya, hati saya bisa meyakininya, saya tahu saya akan mampu menggapainya.” Jesse Jackson, politikus dan pemimpin masyarakat sipil Amerika Serikat"

Bermimpilah selagi kita masih dapat bermimpi. Dengan mimpi, kita dapat membayangkan dan hati kita bisa yaki bahwa kita bisa, dengan begitu kita pun bisa menggapai mimpi itu.
Seperti contohnya Danny seorang siswi SMA. Ia ingin masuk Universitas Indonesia jurusan Kedokteran melalui jalur SIMAK. Itu bukan hal yang mudah. Dengan selalu berusaha dan ia membayangkan bagaimana jika ia diterima di universitas itu, akhirnya ia bisa diterima di Universitas Indonesia jurusan Kedokteran.

Tanamlah pada pikiranmu bahwa di dunia ini tidak ada hal yang tidak mungkin. Dengan percaya dan selalu berusaha, Insya Allah kita akan menggapai mimpi tersebut.







Minggu, 11 April 2010

Renungan CB pertemuan 7 "OUTLIERS"

“Hoaaamm.. kok ngantuk daah..”

Itu ekspresi ketika baru membaca kira-kira 3halaman dari buku itu.

“Waaaa… buku yang bagus!! Ternyata begitu tho..”

Itu ekspresi setelah membaca buku itu 1/3 bagian.

Hhahaha. 2 ekspresi yang amat sangat berbeda. Hmm maklumlah aku memang bukan orang yang suka membaca buku ‘serius’. Tapi setelah membaca buku ini, waah.. paradigmaku tentang buku ‘serius’ berubah total. Hheheh..


"Outlier" is a scientific term to describe things or phenomena that lie outside normal experience.

Penulis mencaritakan tentang bagaimana orang-orang sukses mencapai kesuksesan. Tapi yang dibahas berbeda dengan penulis kebanyakan. Penulis kebanyakan mebahas cara mencapai kesuksesan dengan cara berusaha dan berdoa. Berbeda dengan Malcolm Gladwell. Ia menjelaskan bahwa kesuksesan dapat diraih dengan banyak faktor. Kesempatan, tanggal lahir, tahun lahir semuanya menjadi faktor pendukung kita mencapai kesuksesan.


Tahun lahir?? Kok bisa??

Iya bisa.


Pada awal tahun 1975 adalah awal dari zaman komputer pribadi. Kalau kita dilahirkan pada tahun 1960an, kita akan melewati masa itu. Kita masih terlalu muda. Sama halnya jika kita lahir pada tahun 1910an. Kita terlalu tua pada masa 1975. Nah, coba kita lihat tanggal lahir orang-orang sukses dalam bidang komputer.


Bill Gates 29 Oktober 1955

Paul Allen 21 Januari 1953

Steve Ballmer 24 Maret 1956

Steve Jobs 24 Feb 1955

Eric Schmit 27 April 1955

Bill Joy 8 November 1954


Semuanya lahir pada tahun yang tidak jauh berbeda, bukan?? Mereka akan berumur sekitar 20tahunan ketika tahun 1975. Umur yang ideal, right??


Di dalam buku ini juga dijelaskan faktor ketekunan. Penulis menyebutnya “Kaidah 10.000 jam”. Beberapa orang sukses yang disebutkan sebelumnya juga melakukan latihan terus menerus. Katakan saja selama 10.000 jam. Itu bukan hal yang mudah untuk menggapai kesuksesan. Jadi, bukan tinggal ‘ting’ lalu kita sukses. (kalau hanya begitu si aku juga mau.. hehe) Kita harus giat berlatih juga.

Bandingkan saja orang yang lebih banyak menghabiskan waktunya untuk menonton televisi dengan orang yang lebih banyak menghabiskan waktunya berlatih coding 3jam setiap harinya. Tentu saja yang sering berlatih itulah yang pintar coding.

Jadi ke tahap awal dari pembahasan buku ini, yakni beberapa anak yang mengikuti turnamen Piala Duni Junior di Cekoslowakia dan setelah diteliti anak-ank yang jago tersebut kebanyakan lahir di bulan yang sama, dan terus berulang setiap tahunnya. Ternyata anak yang lahir dibulan tersebut saat masuk ke sekolahan, mereka menjadi paling tua maksimal dalam kelas saat itu (sebagai contoh misalkan kelas dibuka setiap bulan juni, anak ini lahir dibulan april atau mei , sehingga saat pertama kali masuk sekolah dalam hidup anak ini harus menunggu 1 tahun full lagi, jika dibandingkan anak-anak lainnya) , sehingga otot mereka sudah lebih terbentuk dan kemampuan pemikiran mereka sudah lebih bagus. Memang tidak semuanya tapi kebanyakan terjadi seperti ini.


Wah wah.. banyak hal yang tidak aku ketahui sebelum membaca buku ini, aku jadi mengetahuinya sekarang. Ternyata kesuksesan itu tidak berdasar ketekunan saja. Kesempatan, budaya, dan kapan lahir.



Terima kasih kepada Bu Ellen yang menyuruh aky membaca buku ini. Hehhe.. Untuk yang belum membaca buku ini, baca de. Dijamin bagus!! (jadi promo begini dah..hahhaha.red)

Rabu, 31 Maret 2010

Renungan CB pertemuan 6

Setelah melihat video itu, aku jadi sadar bahwa kita harus selalu berterimakasih kepada orang-orang terdekat kita. Agar orang itu tahu bahwa kita menyayanginya. Tidak merasa kesepian seperti guru dalam video itu.

Setiap orang tidak bisa hidup sendiri. Itu karena kita adalah makhluk sosial. Kita harus selalu memberi perhatian kepada orang lain. Salah satu caranya adalah berterimakasih kepada semua orang yang selalu berada di sekeliling kita.
Memang mudah si mengucapkan kata "Terima kasih". Hanya 2kata kok. Tapi itu dibutuhkan pembiasaan. Mudah kok melakukan itu. Oia, kita juga harus membiasakan mengucapkan kata "Maaf".
Misalnya saja ada kasus,
Seorang perempuan menyenggol tukang sapu di sekolahnya, alangkah baiknya ia mengucapkan maaf. Itu akan terkesan lebih ramah dan baik, bukan??

Lupakan dan maafkan semua kesalahan orang lain. Ingatlah semua hal-hal baik yang mereka berikan untuk kita. Berbuat baik kepasa orang lain tidak ada ruginya kok. Pasti kita malah merasa senang. Percaya de.

Sudahkah kamu berterimakasih kepada orang-orang?? Lets do it, guys!!

Terima kasih kepada Allah SWT..
Ibu..
Bapak..
Mbak Reni..
Mas iwan..
Polly..
Koneng..
Sahabat..
Muhammad iqbal..
dan teman-temanku semua..
terima kasih atas kebaikan kalian selama ini..
Thank you all
^^

Rabu, 24 Maret 2010

Renungan CB pertemuan 5 "Batu Ajaib"

Satu kata yang pertama kali aku dapat setelah menyimak video ini adalah percaya. Percaya dengan adanya Allah dan menjalankan perintahNya. Kita akan mendapat balasan dariNya.

Dalam video ini juga mengajarkan apa arti gigih. Apapun masalah kita, jika kita gigih, percaya bahwa kita bisa, dan selalu berdoa tentunya, kita akan mendapatkan balasannya. Seperti di video ini, ia gigih membawa banyak batu seperti apa yang diminta Allah. Walaupun teman-temannya meremehkannya, ia tetep percaya dan gigih menjalankan perintah itu. Lihat, pada akhirnya batu itu berubah menjadi berlian. Itu menandakan bahwa setiap usaha kita pasti akan mendapat balasannya. Dan kita harus percaya itu.

Kita juga tidak boleh meremehkan orang lain, biasanya segala sesuatu yang kita anggap remeh, suatu saat akan berguna pada waktunya.
Intinya, jika kita mau percaya dan gigih dalam berbuat sesuatu yang benar, tidak perlu cantik/ganteng atau pintar, kita akan mendapat balasan yang indah dan kita akan puas dengan hasil itu.


There can be miracles ..

When you believe

Minggu, 21 Maret 2010

Renungan CB pertemuan 4 "I'm not Stupid"

I'm not stupid. Pertama kali mendengar judul film itu, aku kira itu film barat. Ternyata film mandarin. hhehe..
Menurutku,. film ini menyampaikan bahwa ...
Yang pertama, setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan yang berbeda-beda. Janganlah menyamaratakan semua orang. Kita harus bisa melihat kelebihan kita dan mengembangkannya. Agar kekurangan kita tertutupi dengan kelebihan kita yang menonjol. Nah, orang tua berperan penting dalam hal ini. Seharusnya orang tua tidak memaksakan kehendaknya untuk anak mereka. Orang tua boleh memberikan spendapat/solusi, tapi keputusan tetep di tangan anak mereka. Hidup haruslah demokrasi, dan itu harus di mulai dari lingkungan keluarga.
Yang kedua, kita harus bisa menyampaikan keputusan kita sendiri. Janganlah menurut saja apabila kita tidak setuju dengan keputusan itu. Belum tentu pendapat orang itu baik. Utarakan saja apa pendapat kita. Kita dilindungi undang-undang kok.
Yang ketiga, di film ini menceritakan bahwa prestasi di sekolah ditentukan oleh nilai matematika. Waahh.. menurutku itu sangat tidak adil. Bagaimana nasibnya murid yang tidak pandai matematika tetapi pandai dalam bidang menghapal?? Tidak adil bukan?? Seharunya dari pihak sekolah tidak menerapkan sistem itu.
Kesimpulannya, kembangkanlah potensi apa yang ada di diri kita. Lingkungan keluargalah yang harus memulai penggalian potensi itu. Biarkanlah anak mengembangkan potensi mereka masing-masing, karena mereka tahu apa yang baik untuk diri mereka. Peran orang tua dan gurunya adalah membimbing dan mengarahkan agar anak-anak itu tetap berada di jalan yang benar. :)

Be yourself, and Speak up, guys!!

Rabu, 17 Maret 2010

Saya dengan Pakar

Minat saya tertuju pada fotografi. Fotografi (dari bahasa Inggris:photography, yang berasal dari kata Yunani yaitu "Fos" : Cahaya dan "Grafo" : Melukis/menulis.) adalah proses melukis/menulis dengan menggunakan mediacahaya. Sebagai istilah umum, fotografi artinya proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya.Tanpa adanya cahaya, tidak ada foto yang bisa dibuat. Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).


Untuk menghasilkan intensitas cahaya yang tepat untuk menghasilkan gambar, digunakan bantuan alat ukur berupa lightmeter. Setelah mendapat ukuran pencahayaan yang tepat, seorang fotografer bisa mengatur intensitas cahaya tersebut dengan merubah kombinasi ISO/ASA (ISO Speed), diafragma(Aperture), dan kecepatan rana (speed). Kombinasi antara ISO, Diafragma & Speed disebut sebagai pajanan (exposure).


Di era fotografi digital dimana film tidak digunakan, maka kecepatan film yang semula digunakan berkembang menjadi Digital ISO.


Aku sudah lama tertarik pada bidang ini. Menurutku,camera never lie. Apa yang dihasilkan oleh kamera, itulah kenyataannya. Dulu, aku hanya menggunakan camera pocket digital. Kamera jenis ini jenis kamera otomatis. Tidak ada pengaturan manualnya. Nah, sekarang aku lebih tertarik menggunakan kamera DSLR. Lebih khususnya, aku menggunakan kamera Nikon D3000. Aku menekuninya baru 3bulan belakangan ini. Jadi, maklum masi amatir. hhehh..

Ini beberapa hasil jepretanku.





Ino fotoku :)


dan ini fotoku bersama pakarku.. :)


Menurutnya,. aku masi kurang berlatih. Jadi, fokusku masih kurang.

Obrol-obrolku dengannya, sangat berguna. Aku akan lebih rajin berlatih.

Tentunya aku tidak akan bosan, karena fotografi adalah hobiku. hheehe..


Oia, pakarku ini bernama Iwan. Ia kakakku sendiri. Ia juga pintar dalam hal design lho.

Terima kasih telah membaca blogku ini.



Just keep it try, and you will get what you want :)

Minggu, 14 Maret 2010

Renungan CB pertemuan 3 "Video Binus di Youtube"

Setelah menyaksikan video tentang eskalator paling lambat sedunia yang notabene itu berada di universitasku, Binus University, aku tertawa. Itu karena aku juga merasakan hal yang sama. Tetapi setelah menyaksikan itu, aku berpikir.. hmm bagaimana kalau video itu dilihat oleh mahasiswa lain atau masyarakat?? (FYI. video ini di upload di situs youtube..ckckck) Otomatis mereka akan mengetahui bahwa eskalator di binus seperti itu. Secara tidak langsung itu mempengaruhi nama baik Binus University juga kan?? Wah..wah..wah.. tidak baik itu. Sama halnya ketika aku menyaksikan video tentang dosen yang mengamuk. Di youtube (video ini juga di upload di situs youtube), ada keterangan nama dosen yang marah-marah di kelas itu. Waahh.. parah juga kan??

Hmm.. aku sedih melihat kenyataan ini. Mungkin modusnya adalah protes, bentuk protes dari mahasiswa. Tetapi seharusnya tidak begini perlakuan mereka. Mereka sebaiknya melapor pada pihak-pihak yang mengurus hal ini. Jangan menyebarluaskan hal ini ke media luas. Ini bisa menyebarkan nama baik Binus University yang notabene kampus tempat mereka belajar dan dosen itu sendiri.

Karena ini diupload, sehingga sulit dilacak siapa yang mengupload video-video ini. Pihak Binus University dan dosen ini pun tidak bisa menghukum mahasiswa-mahasiswa yang tidak bertanggung jawab ini.

Menurutku, mahasiswa ini tidak dewasa, pengecut, dan impulsif. Mereka pasti sudah berumur lebih dari 17 tahun. Umur segitu sudah dianggap dewasa kan?? Seharusnya mereka tidak melakukan hal childish seperti itu.
Kenapa pengecut??
mereka tidak berani melaporkan hal itu ke pihak yang bertaggung jawab, tetapi malah mengupload ke situs itu dan tidak bertanggungjawab pula. ckckck
Mereka juga menghakimi orang, padahal ini bukan wewenang mereka untuk menghakimi.

Untuk yang membaca blog ini, janganlah mencontoh hal tersebut!! Itu hanya akan memperburuk keadaanmu dan lingkunganmu saja.